<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4619080974287740055</id><updated>2011-07-08T00:52:09.779-07:00</updated><title type='text'>ResSya sipPiriLLi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dianrest.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dianrest.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>reSsa 4 eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01350999235734998576</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9rKMqEFDqXU/Sbelq8sP07I/AAAAAAAAACU/U0E1Ds4qHaU/S220/IMG0690A.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4619080974287740055.post-7297701805205491989</id><published>2009-11-06T18:01:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T18:02:57.410-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://galihmaulanamalik.blogspot.com/2009/08/membuat-router-dengan-linux-debian.html"&gt;Membuat Router Dengan Linux Debian (Dinamis Router)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Caranya :1.Komputer harus terinstal SO LInux Debian2. Sediakan dua PC, satu sebagai Router dan satunya lagi sebagai Klien3. Pada Login : isikan user Root dan masukkan Passwordnya4. Setelah itu masuklah pada folder etc dengan mengetikkan cd etc5. Kemudian masuklah lagi pada folder network dengan mengetikkan cd network6. Apabila ingin menggunakan cara yang lebih praktis maka ketikkan cd etc/network7. Kemudian ketikkan pico atau vi interfaces, untuk mengatur ip nya8. Untuk vi interfaces pada Router ketikkan seperti dibawah iniauto eth0iface eth0 inet staticaddress 192.168.10.36netmask 255.255.255.0broadcast 192.168.10.255network 192.168.10.0gateway 192.168.10.1auto eth1iface eth1 inet staticaddress 192.168.15.1netmask 255.255.255.0broadcast 192.168.15.255network 192.168.15.0iface lo inet loopback9. Untuk vi interfaces pada client ketikkan seperti dibawah iniauto eth0iface eth0 inet staticaddress 192.168.15.3netmask 255.255.255.0broadcast 192.168.15.255network 192.168.15.0gateway 192.168.15.1iface lo inet loopack10. Kemudian aturlah ip tablenya dengan menggunakan cara, ketikkan pada pc Router -tnat -A POSTROUTING -s 192.168.15.0/24 -j MASQUERADE11. Setelah itu ketikkan ip tables-save12. Lalu restart dengan menggunakan perintah /etc/init.d/networking restart13. Untuk mengecek apakah ip tables sudah masuk maka ketikkan perintah iptables -tnat -n -L14. Setelah itu keluarlah dari folder network dengan perintah cd ..15. Pada folder etc bukalah file sysctc1 dengan perintah vi atau pico sysctc1.conf,Hapuslah tanda pagar (#) pada kata # net.ipv4.conf.default.forwading=116. Setelah itu lakukan ping antara Router dan client, apabila bisa diping maka pembuatan router telah berhasilinstal dulu quagganya#apt-get install quaggaKemudian konfigurasi akan berada pada /etc/quagga, dan edit file debian.conf dan daemons.conf.enable kan daemon zebra dan ripd dulu dan buat file konfigurasi kosong:zebra=yesbgpd=noospfd=noospf6d=noripd=yesripngd=noisisd=no1. Membuat config file rip…untuk mudahnya copy saja contoh file konfigurasi rip yang ada di /usr/share/doc/quagga/examples ke /etc/quagga/…# cp /usr/share/doc/quagga/examples/ripd.conf.sample /etc/quagga/ripd.conf2. Aktifkan daemon rip..dengan cara edit file /etc/quagga/daemons# vim /etc/quagga/daemonsrubah ripd=no menjadi ripd=yes3. Restart service quagga# /etc/init.d/quagga restart4. Verifikasi daemon quagga yang sudah running# ps -ef  grep quagga…akan terlihat daemon quagga yang sudah runninglalumelalui remote vtytelnet ke port 2602root@opera zebra# telnet 127.0.0.1 2602Hello, this is zebra (version 0.94).Copyright 1996-2002 Kunihiro Ishiguro.password standart rip : zebraKonfigurasi RIP sangat sederhana, secara umum hanya membutuhkan 3 entri dalam running configurasi.Masukkan network mempunyai router tetangga RIP dan network yang akan disebarkan ke router tetangga.ripd(config)# router ripripd(config-router)# network 192.168.1.0/24ripd(config-router)# network 10.1.1.0/24ripd(config-router)# ^zripd#Untuk memeriksa status RIPripd# show ip protocolsRouting Protocol is “rip”Sending updates every 30 seconds with +/-50%, next due in 7 secondsTimeout after 180 seconds, garbage collect after 120 secondsOutgoing update filter list for all interface is not setIncoming update filter list for all interface is not setDefault redistribution metric is 1Redistributing:Default version control: send version 2, receive version 2Interface Send Recv Key-chainRouting for Networks:10.1.1.0/24192.168.1.0/24Routing Information Sources:Gateway BadPackets BadRoutes Distance Last UpdateDistance: (default is 120)Untuk melihat routing yang didapat dari RIP tetangga.ripd# show ip ripCodes: R - RIP, C - connected, O - OSPF, B - BGP(n) - normal, (s) - static, (d) - default, (r) - redistribute,(i) - interfaceNetwork Next Hop Metric From TimeJangan lupa untuk menyimpan konfigurasi kedalam file.ripd# write memoryConfiguration saved to /etc/zebra/ripd.conf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4619080974287740055-7297701805205491989?l=dianrest.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dianrest.blogspot.com/feeds/7297701805205491989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4619080974287740055&amp;postID=7297701805205491989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/7297701805205491989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/7297701805205491989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dianrest.blogspot.com/2009/11/membuat-router-dengan-linux-debian.html' title=''/><author><name>reSsa 4 eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01350999235734998576</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9rKMqEFDqXU/Sbelq8sP07I/AAAAAAAAACU/U0E1Ds4qHaU/S220/IMG0690A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4619080974287740055.post-8639713493895185003</id><published>2008-11-28T01:54:00.001-08:00</published><updated>2008-11-28T01:54:41.567-08:00</updated><title type='text'>MENGINSTALASI DAN MENGKONFIGURASI TCP/IP STATIS PADA WORKSTATION YANG TERHUBUNG PADA JARINGAN</title><content type='html'>Memberikan IP Address secara statis pada suatu Komputer yang terhubung melalui kabel LAN/UTP dari sebuah routerBagaimanakah cara seting IP address secara statis pada komputer yang terhubung melalui kabel LAN?Jawabannya, berikanlah komputer sebuah IP Address statis, biarkanlah PC tersebut menggunakan IP address yang sama setiap saat. Konfigurasikan wireless computer secara otomatis untuk mendapatkan sebuah IP address yang akan membolehkan PC ini untuk mendapatkan sebuah IP address dari DHCP server. Sebagai pengganti masukkkan setingan IP secara manual, lakukan prosedur ini untuk memastikan komputer untuk mendapatkan setingan TCP/IP yang benar.Memberikan suatu komputer sebuah IP statis sangat berguna ketika:*Menseting layanan umum pada komputer anda (FTP servers, Web servers, dll.).*Komputer sangat sering diakses pada jaringan tersebut sehingga komputer tersebut mudah sekali memetakannyaUntuk memberikan IP address statis pada suatu komputer yang terhubung melalui kabel LAN, anda perlu melakukan lima tahap berikut ini:&lt;br /&gt;1.Hubungkan komputer tersebut satu sama lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Periksa bila komputer tersebut diset ke DHCP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Periksa IP Address router&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Dapatkan DNS Servers dari Linksys Router tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Konfigurasikan IP Address secara statis pada Ethernet AdapterUntuk memulai memberikan suatu komputer sebuah IP address statis, ikutilah tahap-tahap di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghubungkan Peralatan Satu Sama LainPastikan anda memiliki koneksi internet yang aktif, kemudian hubungkan modemnya ke port internet pada router dan komputer ke salah satu dari empat port Ethernet.Periksa bila komputer diset ke DHCPUntuk mengkonfigurasi komputer mendapatkan sebuah IP address secara otomatis, anda harus memeriksa TCP/IP properties dari Ethernet Adapter yang diinstal pada komputer tersebut.Periksa IP Address RouterUntuk menemukan IP address lokal router Linksys, anda harus memeriksa setingan IP komputer tersebut.Periksa DNS Server Dari Router LinksysUntuk memeriksa DNS server pada router Linksys, anda harus mengakses halaman setup berbasis web.Konfigurasi IP Address Statis pada Ethernet AdapterWindows 2000/XP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 1:Klik Start, kemudian Control Panel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 2:Ketika jendela Control Panel terbuka, double-click Network Connections.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 3:Klik-kanan Local Area Connection, kemudian klik Properties.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 4:Ketika jendela Local Area Connection Properties muncul, klik Internet Protocol (TCP/IP) kemudian Properties.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 5:Ganti pilihan dari Obtain an IP address automatically menjadi Use the following IP address dan isi seperti berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan anda mempunyai Default Gateway dan DNS servers.&lt;br /&gt;Pastikan IP Address yang akan anda berikan pada komputer sama 3 angka yang pertamanya seperti Default Gateway dan angka terakhir dapat diisi dengan angka antara 2 dan 99. &lt;br /&gt;Pada contoh ini, Default Gateway kita adalah 192.168.1.1, maka IP address-nya yang harus digunakan dimulai dengan 192.168.1. kemudian gantilah dengan angka apapun dari 2 hingga 99. &lt;br /&gt;Dalam contoh ini, IP address yang kita berikan adalah 192.168.1.50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: Untuk setiap penambahan komputer yang akan diberikan sebuah IP address statis, pastikanlah komputer tersebut telah mendapatkan sebuah IP Address yang unik.*IP: “192.168.1.50”*Subnet Mask: “255.255.255.0”*Default Gateway: “192.168.1.1” (Default Gateway ini anda tulis di bawah belakangan)Ganti setingan Obtain DNS server address automatically ke Use the following DNS Server addresses pada jendela yang sama. Kemudian isilah dengan isian berikut ini:*Preferred DNS server: (ini DNS yang anda tulis di bawah belakangan)*Alternate DNS server: (ini DNS yang anda tulis di bawah belakangan, bila ada dua DNS servers)Tahap 6:Klik OK kemudian OK atau Close.Windows 98/MEMemberikan IP address statis menggunakan Windows 98 atau ME:Tahap 1:Klik Start, kemudian Settings, kemudian Control Panel.Tahap 2:Double-klik Network kemudian pilih TCP/IP untuk Ethernet adapter pada PC tersebut. Segera setelah dipilih, klik Properties.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 3:Ganti opsi dari Obtain Automatically ke Specify dan masukkan seperti berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: Pastikan bahwa anda punya Default Gateway dan DNS servers.Pastikan IP Address yang akan anda berikan pada komputer sama 3 angka yang pertamanya seperti Default Gateway dan angka terakhir dapat diisi dengan angka antara 2 dan 99. Pada contoh ini, Default Gateway kita adalah 192.168.1.1, maka IP address-nya yang harus digunakan dimulai dengan 192.168.1. kemudian gantilah dengan angka apapun dari 2 hingga 99. Dalam contoh ini, IP address yang kita berikan adalah 192.168.1.50.CATATAN: Untuk setiap penambahan komputer yang akan diberikan sebuah IP address statis, pastikanlah komputer tersebut telah mendapatkan sebuah IP Address yang unik.*IP: “192.168.1.50”*Subnet Mask: “255.255.255.0”Klik Gateway dan masukkan IP address lokal router ke dalam isian Default Gateway, lalu klik Add. Pada contoh ini kita gunakan 192.168.1.1 sebagai default gateway.NOTE: Gateway harus anda tulis dibawah belakangan.Tahap 5:Klik DNS Configuration, kemudian lanjutkan ke isian Host dan ketik tipe “computer,” lalu menuju ke isian DNS Server Search Order dan masukkan DNS Servers dari router tersebut, kemudian klik Add.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DNS server harusnya gateway yang anda tulis terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 6:Klik OK kemudian yang lainnya OK dan windows akan segera restart.Mac OSMemberikan IP address statis menggunakan Mac:&lt;br /&gt;Tahap 1:Klik menu Apple yang ada pada bagian sudut kanan atas layar, kemudian pilih System Preferences.CATATAN: Anda dapat menggunakan opsi lain untuk mengakses System Preferences.&lt;br /&gt;Tahap 2:Dibawah System Preferences klik Network.&lt;br /&gt;Tahap 3:Ketika layar Network tampil, lihat pada Location dan pilih Automatic kemudian dibawah Show pilih Built-in Ethernet.&lt;br /&gt;Tahap 4:Dibawah Configure IPv4 pilih Manually dan masukkan seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: Pastikan anda memiliki Default Gateway dan DNS servers.Pastikan IP Address yang akan anda berikan pada komputer sama 3 angka yang pertamanya seperti Default Gateway dan angka terakhir dapat diisi dengan angka antara 2 dan 99. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada contoh ini, Default Gateway kita adalah 192.168.1.1, maka IP address-nya yang harus digunakan dimulai dengan 192.168.1. kemudian gantilah dengan angka apapun dari 2 hingga 99. Dalam contoh ini, IP address yang kita berikan adalah 192.168.1.50. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: Untuk setiap penambahan komputer yang akan diberikan sebuah IP address statis, pastikanlah komputer tersebut telah mendapatkan sebuah IP Address yang unik.*IP Address: “192.168.1.50”*Subnet Mask: “255.255.255.0”*Default Gateway: “192.168.1.1” (ini Default Gateway yang anda tulis di bawah belakangan)*DNS Servers: (ini DNS yang anda tulis di bawah belakangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 5:Klik apply&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4619080974287740055-8639713493895185003?l=dianrest.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dianrest.blogspot.com/feeds/8639713493895185003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4619080974287740055&amp;postID=8639713493895185003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/8639713493895185003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/8639713493895185003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dianrest.blogspot.com/2008/11/menginstalasi-dan-mengkonfigurasi-tcpip_746.html' title='MENGINSTALASI DAN MENGKONFIGURASI TCP/IP STATIS PADA WORKSTATION YANG TERHUBUNG PADA JARINGAN'/><author><name>reSsa 4 eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01350999235734998576</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9rKMqEFDqXU/Sbelq8sP07I/AAAAAAAAACU/U0E1Ds4qHaU/S220/IMG0690A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4619080974287740055.post-529089936861586787</id><published>2008-11-28T01:53:00.001-08:00</published><updated>2008-11-28T01:53:34.171-08:00</updated><title type='text'>MENGINSTALASI DAN MENGKONFIGURASI TCP/IP DINAMIS PADA WORKSTATION YANG TERHUBUNG PADA JARINGAN</title><content type='html'>konfigurasi dinamis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer-komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 2003 akan berusaha untuk memperoleh konfigurasi TCP/IP dari sebuah server DHCP pada jaringan Anda berdasarkan default seperti diuraikan pada Gambar 10. Jika suatu konfigurasi TCP/IP statis baru saja diimplementasikan pada sebuah komputer, maka Anda dapat mengimplementasikan suatu konfigurasi TCP/IP dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengimplementasikan suatu konfigurasi TCP/IP dinamis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Klik Start&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Klik Programs&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Klik Connect To&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Klik Show All Connections&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;Klik kanan Local Area Connection&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;Klik Properties&lt;br /&gt;7.&lt;br /&gt;Pada tab General klik Internet Protocol (TCP/IP)&lt;br /&gt;8.&lt;br /&gt;Klik Properties. Untuk tipe-tipe koneksi yang lain, klik tab Networking&lt;br /&gt;9.&lt;br /&gt;Klik Obtain An IP Address Automatically&lt;br /&gt;10.&lt;br /&gt;Klik OK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfigurasi Manual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa server, misalnya DHCP, DNS, dan WINS, harus diberikan suatu alamat IP secara manual. Bila Anda tidak mempunyai sebuah server DHCP pada jaringan Anda, maka Anda harus mengonfigurasi komputer-komputer TCP/IP secara manual agar bisa memakai suatu alamat IP statis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4619080974287740055-529089936861586787?l=dianrest.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dianrest.blogspot.com/feeds/529089936861586787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4619080974287740055&amp;postID=529089936861586787' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/529089936861586787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/529089936861586787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dianrest.blogspot.com/2008/11/menginstalasi-dan-mengkonfigurasi-tcpip_28.html' title='MENGINSTALASI DAN MENGKONFIGURASI TCP/IP DINAMIS PADA WORKSTATION YANG TERHUBUNG PADA JARINGAN'/><author><name>reSsa 4 eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01350999235734998576</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9rKMqEFDqXU/Sbelq8sP07I/AAAAAAAAACU/U0E1Ds4qHaU/S220/IMG0690A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4619080974287740055.post-4222546938076437892</id><published>2008-11-28T01:52:00.001-08:00</published><updated>2008-11-28T01:52:54.003-08:00</updated><title type='text'>PENDUKUNG PERANGKAT LUNAK SISTEM</title><content type='html'>Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Jaringan Komputer dan Sistem Administrasi&lt;br /&gt;Mendukung Perangkat Lunak Sistem&lt;br /&gt;112&lt;br /&gt;KODE UNIT : TIK.JK02.025.01&lt;br /&gt;JUDUL UNIT : Mendukung Perangkat Lunak Sistem&lt;br /&gt;DESKRIPSI UNIT : Unit ini menjelaskan kemampuan yang diperlukan&lt;br /&gt;untuk mengoperasikan dan mendukung perangkat&lt;br /&gt;lunak sistem.&lt;br /&gt;ELEMEN KOMPETENSI&lt;br /&gt;KRITERIA UNJUK KERJA&lt;br /&gt;01 Merawat perangkat&lt;br /&gt;lunak sistem&lt;br /&gt;1.1 Efektifitas sistem dievaluasi terhadap&lt;br /&gt;persyaratan vendor dan persyaratan unjuk kerja&lt;br /&gt;organisasi untuk menentukan aktivitas&lt;br /&gt;perawatan yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;1.2 Utilitas sistem, struktur file (berkas) dan disk&lt;br /&gt;(cakram), serta berkas-berkas dan laporan unjuk&lt;br /&gt;kerja digunakan untuk mengidentifikasi adanya&lt;br /&gt;periode puncak dan permasalahan unjuk kerja&lt;br /&gt;yang mungkin terjadi.&lt;br /&gt;1.3 Level data sistem dimonitor untuk menentukan&lt;br /&gt;apakah untuk kerja sistem konsisten terhadap&lt;br /&gt;standar yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;1.4 Identifikasi masalah dilakukan menggunakan tool&lt;br /&gt;sistem yang tepat.&lt;br /&gt;1.5 Sistem dimonitor dan disetel ulang bila perlu&lt;br /&gt;untuk memperbaiki unjuk kerja.&lt;br /&gt;02 Memasang perangkat&lt;br /&gt;lunak dan mengelola&lt;br /&gt;berkas sistem&lt;br /&gt;2.1 Persyaratan sistem pengguna dievaluasi dan&lt;br /&gt;struktur berkas dan folder yang sesuai dimonitor.&lt;br /&gt;2.2 Tools administrasi dan sistem yang sesuai&lt;br /&gt;digunakan untuk membuat struktur berkas dan&lt;br /&gt;folder.&lt;br /&gt;2.3 Keamanan, akses dan berbagi pakai berkas&lt;br /&gt;sistem untuk memenuhi kebutuhan klien&lt;br /&gt;ditetapkan.&lt;br /&gt;2.4 Kebutuhan proteksi virus jaringan diidentifikasi&lt;br /&gt;sesuai prosedur organisasi.&lt;br /&gt;2.5 Berkas sistem diuji untuk menjamin akses yang&lt;br /&gt;tepat tersedia untuk kelompok pengguna.&lt;br /&gt;2.6 Konstruksi program sederhana diperiksa untuk&lt;br /&gt;dicocokkan dengan pedoman organisasi.&lt;br /&gt;Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Jaringan Komputer dan Sistem Administrasi&lt;br /&gt;Mendukung Perangkat Lunak Sistem&lt;br /&gt;113&lt;br /&gt;ELEMEN KOMPETENSI&lt;br /&gt;KRITERIA UNJUK KERJA&lt;br /&gt;2.7 Berkas sistem yang dibuat berdasarkan standar&lt;br /&gt;organisasi didokumentasikan.&lt;br /&gt;03 Mengelola pemakaian&lt;br /&gt;sistem&lt;br /&gt;3.1 Akses kepada sistem diberikan kepada&lt;br /&gt;pengguna.&lt;br /&gt;3.2 Akses dan penggunaan sistem untuk pengguna&lt;br /&gt;dibuat tanpa kesalahan.&lt;br /&gt;3.3 Akses pada informasi dan sumber daya dibuat&lt;br /&gt;jelas dan nyata.&lt;br /&gt;3.4 Layanan sistem diintegrasikan dengan bantuan&lt;br /&gt;tool sistem.&lt;br /&gt;04 Memonitor keamanan&lt;br /&gt;sistem.&lt;br /&gt;4.1 Akses pengguna dimonitor sesuai dengan level&lt;br /&gt;akses pengguna.&lt;br /&gt;4.2 Persyaratan keamanan untuk pengguna dan&lt;br /&gt;data yang tersimpan pada jaringan ditinjau&lt;br /&gt;ulang.&lt;br /&gt;4.3 Resiko terhadap penyebaran data, proses&lt;br /&gt;pemulihan, dan pencegahannya ditentukan.&lt;br /&gt;4.4 Sistem yang menyediakan layanan back up dan&lt;br /&gt;restore dari gangguan kerusakan diterapkan.&lt;br /&gt;4.5 Prosedur pemulihan bencana didokumentasikan.&lt;br /&gt;05 Menjalankan back up&lt;br /&gt;sistem&lt;br /&gt;5.1 Sistem dipindai dari adanya virus dan virus yang&lt;br /&gt;terdeteksi dihapus.&lt;br /&gt;5.2 Back up sistem dilaksanakan berdasarkan&lt;br /&gt;kebutuhan sistem dan organisasi.&lt;br /&gt;5.3 Back up sistem dilaksanakan secara teratur dan&lt;br /&gt;berkala.&lt;br /&gt;5.4 Back up sistem dicatat sesuai persyaratan&lt;br /&gt;organisasi.&lt;br /&gt;06 Memulihkan (restore)&lt;br /&gt;sistem dari back up.&lt;br /&gt;6.1 Pemulihan sistem dilaksanakan sesuai pedoman&lt;br /&gt;organisasi.&lt;br /&gt;6.2 Sistem yang dipulihkan dioptimalisasi&lt;br /&gt;berdasarkan persyaratan organisasi.&lt;br /&gt;6.3 Sistem yang dipulihkan didokumentasikan&lt;br /&gt;sesuai dengan persyaratan organisasi.&lt;br /&gt;Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Jaringan Komputer dan Sistem Administrasi&lt;br /&gt;Mendukung Perangkat Lunak Sistem&lt;br /&gt;114&lt;br /&gt;BATASAN VARIABEL&lt;br /&gt;1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;2. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini didukung dengan tersedianya:&lt;br /&gt;2.1 Sistem operasi, sistem komputer, dan sistem jaringan komputer.&lt;br /&gt;2.2 Basia data / DBMS.&lt;br /&gt;2.3 Standar dan prosedur organisasi.&lt;br /&gt;2.4 Perangkat keras, perangkat lunak dan file sistem.&lt;br /&gt;PANDUAN PENILAIAN&lt;br /&gt;1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang&lt;br /&gt;Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan&lt;br /&gt;pengetahuan di bidang berikut ini :&lt;br /&gt;1.1 Pengetahuan dasar&lt;br /&gt;1.1.1 Pengetahuan mengenai produk produk vendor.&lt;br /&gt;1.1.2 Pengetahuan mengenai bisnis organisasi / perusahaan.&lt;br /&gt;1.1.3 Pengetahuan mengenai Quality Assurance.&lt;br /&gt;1.1.4 Pengetahuan mengenai sistem manajemen perubahan.&lt;br /&gt;1.2 Keterampilan dasar&lt;br /&gt;1.2.1 Keahlian menganalisis proses kerja yag rutin dan non rutin.&lt;br /&gt;1.2.2 Keahlian merencanakan proyek.&lt;br /&gt;1.2.3 Keahlian bekerja sama dengan tim.&lt;br /&gt;1.2.4 Keahlian menulis / membuat laporan.&lt;br /&gt;2. Konteks penilaian&lt;br /&gt;Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek&lt;br /&gt;dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.&lt;br /&gt;3. Aspek penting penilaian&lt;br /&gt;Aspek yang harus diperhatikan :&lt;br /&gt;3.1 Kemampuan untuk memelihara sistem perangkat lunak.&lt;br /&gt;3.2 Kemampuan untuk mengatur sistem file.&lt;br /&gt;3.3 Kemampuan untuk Mengatur pengguna sistem.&lt;br /&gt;3.4 Kemampuan untuk melakukan back up sistem.&lt;br /&gt;3.5 Kemampuan untuk melakukan restore sistem.&lt;br /&gt;4. Kaitan dengan unit-unit lainnya&lt;br /&gt;4.1 Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit&lt;br /&gt;kompetensi yang berkaitan dengan:&lt;br /&gt;4.1.1 Berkomunikasi dengan klien.&lt;br /&gt;4.1.2 Memasang dan mengkonfigurasi perangkat keras pada sistem&lt;br /&gt;jaringan.&lt;br /&gt;4.1.3 Memasang dan mengkonfigurasi perangkat lunak pada sistem&lt;br /&gt;jaringan.&lt;br /&gt;4.1.4 Memasang dan mengkonfigurasi sistem jaringan.&lt;br /&gt;4.1.5 Melakukan back up dan restore sistem.&lt;br /&gt;4.2 Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini&lt;br /&gt;perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum,&lt;br /&gt;Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Jaringan Komputer dan Sistem Administrasi&lt;br /&gt;Mendukung Perangkat Lunak Sistem&lt;br /&gt;115&lt;br /&gt;institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan&lt;br /&gt;serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor&lt;br /&gt;tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor&lt;br /&gt;tertentu / khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi&lt;br /&gt;kebutuhan sektor tersebut.&lt;br /&gt;Kompetensi Kunci&lt;br /&gt;NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT&lt;br /&gt;1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 3&lt;br /&gt;2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2&lt;br /&gt;3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 2&lt;br /&gt;4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2&lt;br /&gt;5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 2&lt;br /&gt;6 Memecahkan masalah 2&lt;br /&gt;7 Menggunakan teknologi 3&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4619080974287740055-4222546938076437892?l=dianrest.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dianrest.blogspot.com/feeds/4222546938076437892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4619080974287740055&amp;postID=4222546938076437892' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/4222546938076437892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/4222546938076437892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dianrest.blogspot.com/2008/11/pendukung-perangkat-lunak-sistem.html' title='PENDUKUNG PERANGKAT LUNAK SISTEM'/><author><name>reSsa 4 eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01350999235734998576</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9rKMqEFDqXU/Sbelq8sP07I/AAAAAAAAACU/U0E1Ds4qHaU/S220/IMG0690A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4619080974287740055.post-5486006058106006251</id><published>2008-11-28T01:51:00.001-08:00</published><updated>2008-11-28T01:51:59.422-08:00</updated><title type='text'>KONFIGURASI TCP/IP</title><content type='html'>Pada titik ini, kartu jaringan Anda sudah terinstall secara fisik pada komputer Anda, dan modul kernel yang relevan sudah dimuat berkomunikasi melalui kartu jaringan Anda, tetapi informasi tentang perangkat jaringan sudah bisa didapatkan dengan ifconfig -a.&lt;br /&gt;# ifconfig -a&lt;br /&gt;eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:A0:CC:3C:60:A4&lt;br /&gt;UP BROADCAST NOTRAILERS RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1&lt;br /&gt;RX packets:110081 errors:1 dropped:0 overruns:0 frame:0&lt;br /&gt;TX packets:84931 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0&lt;br /&gt;collisions:0 txqueuelen:100&lt;br /&gt;RX bytes:114824506 (109.5 Mb) TX bytes:9337924 (8.9 Mb)&lt;br /&gt;Interrupt:5 Base address:0x8400&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lo Link encap:Local Loopback&lt;br /&gt;inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0&lt;br /&gt;UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1&lt;br /&gt;RX packets:2234 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0&lt;br /&gt;TX packets:2234 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0&lt;br /&gt;collisions:0 txqueuelen:0&lt;br /&gt;RX bytes:168758 (164.8 Kb) TX bytes:168758 (164.8 Kb)&lt;br /&gt;Jika Anda hanya mengetik /sbin/ifconfig tanpa akhiran -a, Anda tidak akan melihat antarmuka eth0, karena kartu jaringan Anda belum memiliki alamat IP yang valid atau rute.&lt;br /&gt;Sementara terdapat berbagai cara untuk melakukan setup dan subnet sebuah jaringan, semuanya bisa dipecah menjadi dua jenis: Statik dan Dinamis. Jaringan statis adalah setup jaringan dimana setiap node (istilah geek untuk sesuatu dengan sebuah alamat IP) selalu memiliki alamat IP yang sama. Jaringan dinamis adalah setup jaringan dimana alamat IP untuk setiap node dikendalikan oleh sebuah server bernama server DHCP.&lt;br /&gt;5.3.1 DHCP&lt;br /&gt;DHCP (atau Dynamic Host Configuration Protocol), adalah sebuah istilah tentang bagaimana sebuah alamat IP diberikan pada sebuah komputer pada saat boot. Ketika klien DHCP melakukan boot, ia meminta sebuah permintaan pada server DHCP Jaringan Area Lokal (LAN) untuk memberikannya sebuah alamat IP. Server DHCP memiliki sebuah pool (atau batas) dari alamat IP yang tersedia. Server akan merespon permintaan ini dengan sebuah alamat IP dari pool, bersama dengan waktu lease. Setelah waktu lease untuk alamat IP yang diberikan sudah kadaluarsa, klien harus menghubungi server kembali dan mengulangi negosiasi.&lt;br /&gt;Klien akan menerima alamat IP dari server dan akan mengkonfigurasi antarmuka yang diminta dengan alamat IP. Terdapat satu cara lain yang digunakan klien DHCP untuk melakukan negosiasi dengan alamat IP yang akan diberikan kepada mereka. Klien akan mengingat alamat IP terakhir yang diberikan, dan akan meminta server memberikan alamat IP tersebut pada klien pada negosiasi selanjutnya. Jika dimungkinkan, server akan melakukannya, tetapi jika tidak, sebuah alamat baru akan diberikan. Negosiasi dilakukan seperti berikut:&lt;br /&gt;Klien: Apakah there Server DHCP tersedia pada LAN?&lt;br /&gt;Server: Ya. Saya.&lt;br /&gt;Klien: Saya membutuhkan sebuah alamat IP.&lt;br /&gt;Server: Anda bisa mengambil 192.168.10.10 untuk 19200 detik.&lt;br /&gt;Klien: Terima kasih.&lt;br /&gt;Klien: Apakah there Server DHCP tersedia pada LAN?&lt;br /&gt;Server: Ya. Saya.&lt;br /&gt;Klien: Saya membutuhkan sebuah alamat IP. Terakhir kali kita berbicara,&lt;br /&gt;kami mendapatkan 192.168.10.10;&lt;br /&gt;Dapatkah saya mendapatkannya kembali?&lt;br /&gt;Server:Ya, Anda bisa (atau Tidak, Anda tidak diperbolehkan; Anda bisa mengambil 192.168.10.12).&lt;br /&gt;Klien: Terima kasih.&lt;br /&gt;Klien DHCP pada Linux adalah /sbin/dhcpcd. Jika Anda membuka /etc/rc.d/rc.inet1 pada editor teks kesayangan Anda, Anda akan melihat bahwa /sbin/dhcpcd dipanggil pada bagian tengah dari script. Hal ini memaksa pembicaraan diatas. dhcpcd juga akan melacak waktu yang tersisa dari lease untuk alamat IP aktual, dan akan menghubungi server DHCP dengan sebuah permintaan untuk memperbarui lease jika diperlukan. DHCP juga dapat mengontrol informasi yang berhubungan, seperti server ntp yang digunakan, rute yang akan dipakai, dll.&lt;br /&gt;Melakukan setting DHCP pada Slackware sangatlah sederhana. Cukup jalankan netconfig dan pilih DHCP. Jika Anda memiliki lebih dari satu NIC dan tidak ingin eth0 dikonfigurasi oleh DHCP, cukup edit berkas /etc/rc.d/rc.inet1.conf dan gantilah variabel untuk NIC Anda menjadi “YES”.&lt;br /&gt;5.3.2 IP Statik&lt;br /&gt;Alamat IP statik adalah alamat tetap yang hanya berubah jika dilakukan secara manual. Alamat ini digunakan pada kasus dimana seorang administrator tidak ingin informasi IP berubah, seperti untuk server internal pada sebuah LAN, sembarang server yang terkoneksi ke Internet, dan router jaringan. Dengan pengalamatan IP statik, Anda memberikan sebuah alamat dan membiarkannya demikian. Mesin lain tahu bahwa Anda akan selalu berada pada alamat IP tersebut dan selalu dapat menghubungi pada alamat tersebut.&lt;br /&gt;5.3.3 /etc/rc.d/rc.inet1.conf&lt;br /&gt;Jika Anda berencana untuk memberi alamat IP pada mesin Slackware baru Anda, Anda bisa melakukannya melalui script netconfig, atau Anda bisa mengedit /etc/rc.d/rc.inet1.conf. Pada /etc/rc.d/rc.inet1.conf , Anda akan melihat:&lt;br /&gt;# Primary network interface card (eth0)&lt;br /&gt;IPADDR[0]=""&lt;br /&gt;NETMASK[0]=""&lt;br /&gt;USE_DHCP[0]=""&lt;br /&gt;DHCP_HOSTNAME[0]=""&lt;br /&gt;Lalu jauh dibawah:&lt;br /&gt;GATEWAY=""&lt;br /&gt;Pada kasus ini, tugas kita hanyalah mengganti informasi yang benar diantara kutip ganda. Variabel ini dipanggil oleh /etc/rc.d/rc.inet1 pada saat boot untuk melakukan setup kartu NIC. Untuk setiap NIC, masukkan informasi IP yang benar, atau letakkan “YES” untuk USE_DHCP. Slackware akan menjalankan antarmuka ini dengan informasi yang diberikan disini sesuai dengan urutan mereka ditemukan.&lt;br /&gt;Variabel DEFAULT_GW menentukan rute default untuk Slackware. Semua komunikasi antara komputer Anda dengan komputer lain pada Internet harus melalui sebuah gerbang (gateway) tersebut jika tidak ada rute lain yang disebutkan. Jika Anda menggunakan DHCP, Anda biasanya tidak perlu memasukkan apapun disini, karena server DHCP akan menentukan gerbang yang akan digunakan.&lt;br /&gt;5.3.4 /etc/resolv.conf&lt;br /&gt;Ok, jadi Anda telah mendapatkan sebuah alamat IP, Anda telah mendapatkan gateway default, Anda mungkin telah memiliki sepuluh juta dollar (berikan saya sebagian), tetapi apa gunanya jika Anda tidak bisa me-resolve nama pada alamat IP? Tidak ada seorangpun yang ingin mengetikkan 72.9.234.112 pada browser web mereka untuk menemukan www.slackbook.org. Bagaimanapun juga, siapakah yang akan mengingat alamat IP tersebut selain pembuatnya? Kita perlu melakukan setup DNS, tetapi bagaimana? Ini dimana /etc/resolv.conf bekerja.&lt;br /&gt;Kemungkinan Anda sudah memiliki opsi yang benar pada /etc/resolv.conf. Jika Anda melakukan setup koneksi jaringan Anda menggunakan DHCP, server DHCP akan melakukan proses update pada berkas ini untuk Anda. (secara teknis, server DHCP hanya memberitahu dhcpcd apa yang akan diletakkan disini, dan ia menurutinya.) Jika Anda perlu mengupdate daftar server DNS Anda secara manual, Anda harus mengedit /etc/resolv.conf. Berikut adalah sebuah contoh:&lt;br /&gt;# cat /etc/resolv.conf&lt;br /&gt;nameserver 192.168.1.254&lt;br /&gt;search lizella.net&lt;br /&gt;Baris pertam sangatlah sederhana. Direktif nameserver memberitahu kita server DNS apa yang digunakan untuk melakukan query. Ini selalu berupa alamat IP. Anda bisa menambahkan sebanyak mungkin. Slackware akan dengan senang hati menguji satu persatu sampai salah satu cocok.&lt;br /&gt;Baris kedua lebih menarik. Direktif search memberikan kita sebuah daftar dari nama domain untuk diasumsikan ketika sebuah permintaan DNS terjadi. Ini mengijinkan Anda untuk menghubungi sebuah mesin hanya dengan bagian pertama dari FQDNnya (Fully Qualified Domain Name). Sebagai contoh, Jika “slackware.com” termasuk dalam rute pencarian Anda, Anda bisa mencapai http://store.slackware.com hanya dengan mengarahkan browser web Anda pada http://store.&lt;br /&gt;# ping -c 1 store&lt;br /&gt;PING store.slackware.com (69.50.233.153): 56 data bytes&lt;br /&gt;64 bytes from 69.50.233.153 : icmp_seq=0 ttl=64 time=0.251 ms&lt;br /&gt;1 packets transmitted, 1 packets received, 0% packet loss&lt;br /&gt;round-trip min/avg/max = 0.251/0.251/0.251 ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.3.5 /etc/hosts&lt;br /&gt;Sekarang kita telah memiliki DNS yang bekerja, bagaimana jika kita hendak melewati server DNS kita, atau menambahkan isi DNS untuk sebuah mesin yang tidak pada DNS? Slackware menyertakan berkas /etc/hosts yang berisi daftar nama DNS lokal dan alamat IP yang sesuai.&lt;br /&gt;# cat /etc/hosts&lt;br /&gt;127.0.0.1 localhost locahost.localdomain&lt;br /&gt;192.168.1.101 redtail&lt;br /&gt;172.14.66.32 foobar.slackware.com&lt;br /&gt;Disini Anda bisa melihat bahwa localhost memiliki alamat IP 127.0.0.1 (selalu dipesan untuk localhost), redtail dapat dicapai pada 192.168.1.101, dan foobar.slackware.com adalah 172.14.66.32.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4619080974287740055-5486006058106006251?l=dianrest.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dianrest.blogspot.com/feeds/5486006058106006251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4619080974287740055&amp;postID=5486006058106006251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/5486006058106006251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/5486006058106006251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dianrest.blogspot.com/2008/11/konfigurasi-tcpip.html' title='KONFIGURASI TCP/IP'/><author><name>reSsa 4 eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01350999235734998576</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9rKMqEFDqXU/Sbelq8sP07I/AAAAAAAAACU/U0E1Ds4qHaU/S220/IMG0690A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4619080974287740055.post-6344010576652419084</id><published>2008-11-27T19:42:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T19:43:55.129-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Menginstalasi dan Mengkonfigurasi TCP/IP dinamis pada workstation yang terhubung pada jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfigurasi Dinamis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer-komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 2003 akan berusaha untuk memperoleh konfigurasi TCP/IP dari sebuah server DHCP pada jaringan Anda berdasarkan default seperti diuraikan pada Gambar 10. Jika suatu konfigurasi TCP/IP statis baru saja diimplementasikan pada sebuah komputer, maka Anda dapat mengimplementasikan suatu konfigurasi TCP/IP dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengimplementasikan suatu konfigurasi TCP/IP dinamis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Klik Start&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Klik Programs&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Klik Connect To&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Klik Show All Connections&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;Klik kanan Local Area Connection&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;Klik Properties&lt;br /&gt;7.&lt;br /&gt;Pada tab General klik Internet Protocol (TCP/IP)&lt;br /&gt;8.&lt;br /&gt;Klik Properties. Untuk tipe-tipe koneksi yang lain, klik tab Networking&lt;br /&gt;9.&lt;br /&gt;Klik Obtain An IP Address Automatically&lt;br /&gt;10.&lt;br /&gt;Klik OK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfigurasi Manual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa server, misalnya DHCP, DNS, dan WINS, harus diberikan suatu alamat IP secara manual. Bila Anda tidak mempunyai sebuah server DHCP pada jaringan Anda, maka Anda harus mengonfigurasi komputer-komputer TCP/IP secara manual agar bisa memakai suatu alamat IP statis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposkan oleh ChRoS FRiAnLi di 23:41 0 CoMeNtAr   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginstalasi dan Mengkonfigurasi TCP/IP statis pada workstation yang terhubung pada jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan IP Address secara statis pada suatu Komputer yang terhubung melalui kabel LAN/UTP dari sebuah router&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah cara seting IP address secara statis pada komputer yang terhubung melalui kabel LAN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya, berikanlah komputer sebuah IP Address statis, biarkanlah PC tersebut menggunakan IP address yang sama setiap saat. Konfigurasikan wireless computer secara otomatis untuk mendapatkan sebuah IP address yang akan membolehkan PC ini untuk mendapatkan sebuah IP address dari DHCP server. Sebagai pengganti masukkkan setingan IP secara manual, lakukan prosedur ini untuk memastikan komputer untuk mendapatkan setingan TCP/IP yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan suatu komputer sebuah IP statis sangat berguna ketika:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Menseting layanan umum pada komputer anda (FTP servers, Web servers, dll.).&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Komputer sangat sering diakses pada jaringan tersebut sehingga komputer tersebut mudah sekali memetakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberikan IP address statis pada suatu komputer yang terhubung melalui kabel LAN, anda perlu melakukan lima tahap berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Hubungkan komputer tersebut satu sama lain&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Periksa bila komputer tersebut diset ke DHCP&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Periksa IP Address router&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Dapatkan DNS Servers dari Linksys Router tersebut&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;Konfigurasikan IP Address secara statis pada Ethernet Adapter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulai memberikan suatu komputer sebuah IP address statis, ikutilah tahap-tahap di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghubungkan Peralatan Satu Sama Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan anda memiliki koneksi internet yang aktif, kemudian hubungkan modemnya ke port internet pada router dan komputer ke salah satu dari empat port Ethernet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksa bila komputer diset ke DHCP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengkonfigurasi komputer mendapatkan sebuah IP address secara otomatis, anda harus memeriksa TCP/IP properties dari Ethernet Adapter yang diinstal pada komputer tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksa IP Address Router&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menemukan IP address lokal router Linksys, anda harus memeriksa setingan IP komputer tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksa DNS Server Dari Router Linksys&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memeriksa DNS server pada router Linksys, anda harus mengakses halaman setup berbasis web.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfigurasi IP Address Statis pada Ethernet Adapter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Windows 2000/XP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 1:&lt;br /&gt;Klik Start, kemudian Control Panel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 2:&lt;br /&gt;Ketika jendela Control Panel terbuka, double-click Network Connections.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 3:&lt;br /&gt;Klik-kanan Local Area Connection, kemudian klik Properties.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 4:&lt;br /&gt;Ketika jendela Local Area Connection Properties muncul, klik Internet Protocol (TCP/IP) kemudian Properties.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 5:&lt;br /&gt;Ganti pilihan dari Obtain an IP address automatically menjadi Use the following IP address dan isi seperti berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: Pastikan anda mempunyai Default Gateway dan DNS servers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan IP Address yang akan anda berikan pada komputer sama 3 angka yang pertamanya seperti Default Gateway dan angka terakhir dapat diisi dengan angka antara 2 dan 99. Pada contoh ini, Default Gateway kita adalah 192.168.1.1, maka IP address-nya yang harus digunakan dimulai dengan 192.168.1. kemudian gantilah dengan angka apapun dari 2 hingga 99. Dalam contoh ini, IP address yang kita berikan adalah 192.168.1.50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: Untuk setiap penambahan komputer yang akan diberikan sebuah IP address statis, pastikanlah komputer tersebut telah mendapatkan sebuah IP Address yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;IP: “192.168.1.50”&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Subnet Mask: “255.255.255.0”&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Default Gateway: “192.168.1.1” (Default Gateway ini anda tulis di bawah belakangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganti setingan Obtain DNS server address automatically ke Use the following DNS Server addresses pada jendela yang sama. Kemudian isilah dengan isian berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Preferred DNS server: (ini DNS yang anda tulis di bawah belakangan)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Alternate DNS server: (ini DNS yang anda tulis di bawah belakangan, bila ada dua DNS servers)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 6:&lt;br /&gt;Klik OK kemudian OK atau Close.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Windows 98/ME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan IP address statis menggunakan Windows 98 atau ME:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 1:&lt;br /&gt;Klik Start, kemudian Settings, kemudian Control Panel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 2:&lt;br /&gt;Double-klik Network kemudian pilih TCP/IP untuk Ethernet adapter pada PC tersebut. Segera setelah dipilih, klik Properties.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 3:&lt;br /&gt;Ganti opsi dari Obtain Automatically ke Specify dan masukkan seperti berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: Pastikan bahwa anda punya Default Gateway dan DNS servers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan IP Address yang akan anda berikan pada komputer sama 3 angka yang pertamanya seperti Default Gateway dan angka terakhir dapat diisi dengan angka antara 2 dan 99. Pada contoh ini, Default Gateway kita adalah 192.168.1.1, maka IP address-nya yang harus digunakan dimulai dengan 192.168.1. kemudian gantilah dengan angka apapun dari 2 hingga 99. Dalam contoh ini, IP address yang kita berikan adalah 192.168.1.50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: Untuk setiap penambahan komputer yang akan diberikan sebuah IP address statis, pastikanlah komputer tersebut telah mendapatkan sebuah IP Address yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;IP: “192.168.1.50”&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Subnet Mask: “255.255.255.0”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik Gateway dan masukkan IP address lokal router ke dalam isian Default Gateway, lalu klik Add. Pada contoh ini kita gunakan 192.168.1.1 sebagai default gateway.NOTE: Gateway harus anda tulis dibawah belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 5:&lt;br /&gt;Klik DNS Configuration, kemudian lanjutkan ke isian Host dan ketik tipe “computer,” lalu menuju ke isian DNS Server Search Order dan masukkan DNS Servers dari router tersebut, kemudian klik Add.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: DNS server harusnya gateway yang anda tulis terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 6:&lt;br /&gt;Klik OK kemudian yang lainnya OK dan windows akan segera restart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mac OS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan IP address statis menggunakan Mac:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 1:&lt;br /&gt;Klik menu Apple yang ada pada bagian sudut kanan atas layar, kemudian pilih System Preferences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: Anda dapat menggunakan opsi lain untuk mengakses System Preferences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 2:&lt;br /&gt;Dibawah System Preferences klik Network.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 3:&lt;br /&gt;Ketika layar Network tampil, lihat pada Location dan pilih Automatic kemudian dibawah Show pilih Built-in Ethernet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 4:&lt;br /&gt;Dibawah Configure IPv4 pilih Manually dan masukkan seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: Pastikan anda memiliki Default Gateway dan DNS servers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan IP Address yang akan anda berikan pada komputer sama 3 angka yang pertamanya seperti Default Gateway dan angka terakhir dapat diisi dengan angka antara 2 dan 99. Pada contoh ini, Default Gateway kita adalah 192.168.1.1, maka IP address-nya yang harus digunakan dimulai dengan 192.168.1. kemudian gantilah dengan angka apapun dari 2 hingga 99. Dalam contoh ini, IP address yang kita berikan adalah 192.168.1.50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN: Untuk setiap penambahan komputer yang akan diberikan sebuah IP address statis, pastikanlah komputer tersebut telah mendapatkan sebuah IP Address yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;IP Address: “192.168.1.50”&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Subnet Mask: “255.255.255.0”&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Default Gateway: “192.168.1.1” (ini Default Gateway yang anda tulis di bawah belakangan)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;DNS Servers: (ini DNS yang anda tulis di bawah belakangan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4619080974287740055-6344010576652419084?l=dianrest.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dianrest.blogspot.com/feeds/6344010576652419084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4619080974287740055&amp;postID=6344010576652419084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/6344010576652419084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/6344010576652419084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dianrest.blogspot.com/2008/11/menginstalasi-dan-mengkonfigurasi-tcpip.html' title=''/><author><name>reSsa 4 eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01350999235734998576</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9rKMqEFDqXU/Sbelq8sP07I/AAAAAAAAACU/U0E1Ds4qHaU/S220/IMG0690A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4619080974287740055.post-1225994495300431690</id><published>2008-02-11T20:14:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T12:23:51.589-08:00</updated><title type='text'>Jenis-jenis monitor</title><content type='html'>&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;Monitor Catoda Ray Tube (CRT)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Monitor ini merupakan monitor yang mempunyai tabung yang memproduksi elektron untuk menembak layar, sehingga tercipta gambar di layar seperti cara kerja di televisi. Monitor ini memakai port 15 pin dengan 3 baris.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;Monitor Liquid Crystal Display (LCD)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cara kerja monitor ini adalah dengan pemberian stimulasi arus listrik dari luar kepada liquid crystal (materi biphenyl), sehingga akan mengubah properti dari cahaya yang dilewatkan crystal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;Monitor TFT LCD&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Teknologi TFT LCD berupa liquid crystal yang diisikan di antara dua pelat gelas, yaitu colour filter glass dan TFT glass. Colour filter glass mempunyai filter warna yang bertugas memancarkan warna, sedangkan TFT glass mempunyai Thin Film transistor sebanyak pixel yang ditampilkan. Liquid crystal bergerak sesuai dengan perbedaan voltase antara colour filter glass dengan TFT glass. Jumlah cahaya yang dipasok oleh Back Light ditentukan oleh jumlah pergerakan liquid crystal yang pada gilirannya akan membentuk warna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;Tabel jenis-jenis monitor menurut adapter card, resolusi warna, dan jumlah pin.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113026306370745826" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YF5WDLLK2nA/RvUeVe50teI/AAAAAAAACro/GwDOWeDmD_A/s400/Tipe+monitor.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Keterangan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;MDA = Monochrome Display Adapter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;EGA = Enhanced Graphics Adapter&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;       VGA = Video Graphic Array&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;           CGA = Colour Graphic Adapter&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         XGA = X-Graphic Adapter&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         SVGA = Super Video Graphic Array&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tombol Pengatur Pada Monitor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Pada umumnya, setiap monitor dilengkapi dengan tombol menu pengaturan, seperti :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; text-align: justify; font-family: times new roman;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Saklar ON/OFF yang berfungsi untuk memutuskan dan      menghubungkan sumber daya listrik.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Brightness Control, yaitu cerah atau redupnya      layar.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Contrast Control, yaitu untuk mengatur cerah atau      redupnya obyek pada layar.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Vertical Size Control (V. Hold), yaitu untuk      mengatur area layar bagian bawah dan atas.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Vertical Line (V. Line), yaitu untuk mengatur      tinggi rendahnya obyek pada layar.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Horisontal Size Control (H. Hold), yaitu untuk      mengatur area layar bagian kiri dan kanan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Monitor komputer / PC tidak jauh berbeda dengan pesawat penerima televisi. Perbedaan secara teknis yaitu monitor tidak memiliki rangkaian audio atau suara, sedangkan televisi memiliki penerima suara yang berbasis AM, FM, Zweiton, dan Nicam. Monitor memiliki rangkaian video (raster circuit) sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; text-align: justify; font-family: times new roman;" start="6" type="1"&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengolah       video : Detector video, video driver, video output (pada rangkaian ini       terdapat pengatur contrast)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengolah warna (Matrix RGB) : synchronisasi separator, integrator untuk oscillator, differensiator untuk oscillator horizontal, oscillator vertical (pada rangkaian ini terdapat pengatur V. Line dan V.Hold), vertical output, oscillator horisontal (pada rangkaian ini terdapat pengatur H. Hold), horisontal output, high voltage rectifier.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;CRT (Cathoda Ray Tube) : Vertical, Horisontal       deflection yoke dan degausing coil.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tabung Gambar (CRT)&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113026869011461618" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YF5WDLLK2nA/RvUe2O50tfI/AAAAAAAACrw/Dg4kNZGmzHI/s320/konstruksi+tabung+gambar.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;" lang="SV"&gt;Adapun tabung gambar sangat berbeda-beda bila dibandingkan dengan tabung-tabung radio. Bentuk maupun fungsinya sangat berbeda. Menurut jenisnya, tabung gambar bisa dibagi sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tabung gambar colour/warna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tabung gambar black n white/hitam putih&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tabung gambar monochrome/satu warna&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tabung gambar berwarna juga terbagi atas :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tabung gambar berleher besar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tabung gambar berleher kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YF5WDLLK2nA/RvUfQ-50tgI/AAAAAAAACr4/h5uaXOCcIx0/s1600-h/bentuk+tabung.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113027328572962306" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YF5WDLLK2nA/RvUfQ-50tgI/AAAAAAAACr4/h5uaXOCcIx0/s320/bentuk+tabung.JPG" border="0" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;B&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;entuk Tabung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rangkaian RGB&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rangkaian RGB juga disebut sebagai rangkaian matrix. Adapun prinsip kerja rangkaian matrix adalah mengubah tegangan perbedaan warna yang telah dicampur dengan sinyal sinkronisasi yang diberikan demulator warna kembali menjadi tegangan perbedaan warna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Rangkaian matrix ini harus dapat mengadakan atau membuat agar perbandingan-perbandingan antara amplitudo-amplitudo tegangan perbedaan warna itu dapat mempunyai harga yang tepat, tak tergantung dari cara penguatan sebelumnya. Jadi dalam hal ini rangkaian matrix tersebut hanyalah tinggal mengusahakan untuk memperoleh amplitudo-amplitudo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;yang tepat dari ketiga tegangan-tegangan perbedaan warna yang belum direduksi yang diperlukan tabung gambar. Antara ketig tegangan-tegangan perbedaan warna tersebut harus mempunyai amplitudo yang relatif tepat bagi tabung gambar. Untuk itulah maka tabung-tabung di dalam rangkaian matrix itu harus sanggup memberikan penguatan-penguatan yang cocok terhadap tegangan perbedaan warna itu, sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tabung gambar tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YF5WDLLK2nA/RvUgDe50thI/AAAAAAAACsA/0ar9To0-XQM/s1600-h/pcb+rangkaian+RGB.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113028196156356114" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YF5WDLLK2nA/RvUgDe50thI/AAAAAAAACsA/0ar9To0-XQM/s320/pcb+rangkaian+RGB.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PCB Pada Rangkaian RGB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yoke Defleksi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam leher tabung kita kenal kumparan pembelok atau yoke defleksi, yaitu kumparan untuk horisontal, dan kumparan untuk vertikal. Dalam kumparan untuk fokus pengaturan besar kecilnya arus diatur oleh sebuah potensiometer. Guna pembelokan ini ialah supaya gerak elektron yang semula menuju satu titik fokus yang harus disesuaikan dengan arah sejajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Telah dijelaskan bahwa pengertian sinyal horisontal dalah untuk memberi perintah pada kumparan defleksi horisontal yang bekerja untuk menggerakan elektron daari kiri ke kanan/scanning horisontal. Sinyal ini berguna untuk mentrigger kumparan defleksi horisontal, supaya menjalankan gerak elektron dari kiri ke kanan pada akhir. Titik-titik gambar secara otomatis sinyal mati dan kembali lagi ke kiri dan otomatis digeserkan ke bawah pulsa blanking yang ditrigger oleh sinyal vertikal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cara kerja yoke defleksi vertikal hampir sama dengan kumparan defleksi horisontal hanya saja dalam arah yang berlainan yaitu vertikal. Akibat adanya pembelok horisontal dan vertikal arah gerakan elektron tidak lagi ke kanan dan ke kiri tetapi menyebar ke seluruh bidang permukaan layar tabung dengan sama rata. Kedua kumparan ini diletakkan dalam leher tabung, akibatnya arah gerak elektron tidak lagi vertikal atau horisontal tetapi dalam arah resultan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hasil dari tarikan kedua kumparan ini akan menyebar dengan sama rata. Di dalam prakteknya kumparan ini dijadikan satu dan dinamai yoke defleksi atau defleksi coil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kerusakan pada yoke biasanya mengakibatkan Raster pada satu garis, horisontal atau vertikal, Gambar trapesium, Gambar miring ke kiri/ke kanan, warna gambar tidak fokus atau terpisah, indikator hidup, layar gelap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Caranya adalah dengan mengganti atau menyetelnya, jangan lupa untuk mengendurkan terlebih dahulu kunci pada leher tabung.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Proses Penyetelan Yoke&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YF5WDLLK2nA/RvUgju50tiI/AAAAAAAACsI/rOojb7KOhd4/s1600-h/yoke.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113028750207137314" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YF5WDLLK2nA/RvUgju50tiI/AAAAAAAACsI/rOojb7KOhd4/s320/yoke.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Proses Penyetelan Yoke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelacakan Kerusakan&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Teknik yang digunakan dalam pelacakan kerusakan adalah teknik lokalisasi tiap blok rangkaian. Langkah pertama, pastikan bahwa sumber daya listrik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;benar-benar ada dan tersambung dengan baik. Apabila monitor dinyalakan dan tidak disambungkan dengan sistem unit, monitor tidak menampilkan apapun. Dengan bantuan seperangkat sistem unit dan pastikan bahwa video card berfungsi dengan baik, sehingga kita bisa melihat gejala apa yang muncul pada saat power ON/OFF dinyalakan. Dari hasil tersebut kita bisa menganalisa bagian apa yang bermasalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Contoh masalah dan kemungkinan kerusakannya :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YF5WDLLK2nA/RvUhFu50tjI/AAAAAAAACsQ/WaMo43YWMHQ/s1600-h/daftar+kerusakan+monitor.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113029334322689586" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YF5WDLLK2nA/RvUhFu50tjI/AAAAAAAACsQ/WaMo43YWMHQ/s320/daftar+kerusakan+monitor.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-size: 85%;"&gt;Gejala dan Kerusakan Monitor&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4619080974287740055-1225994495300431690?l=dianrest.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dianrest.blogspot.com/feeds/1225994495300431690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4619080974287740055&amp;postID=1225994495300431690' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/1225994495300431690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4619080974287740055/posts/default/1225994495300431690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dianrest.blogspot.com/2008/02/jenis-jenis-monitor.html' title='Jenis-jenis monitor'/><author><name>reSsa 4 eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01350999235734998576</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9rKMqEFDqXU/Sbelq8sP07I/AAAAAAAAACU/U0E1Ds4qHaU/S220/IMG0690A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YF5WDLLK2nA/RvUeVe50teI/AAAAAAAACro/GwDOWeDmD_A/s72-c/Tipe+monitor.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
